Erland Arfandi Rukka

Is The Best

Persaingan Media

Teknologi Informasi sekarang ini telah mengalami perkembangan yang luar biasa. Demikian halnya dengan media elektronik dan media cetak yang dikategorikan ke dalam kelompok teknologi informasi. Indikator pada era teknologi informasi tidak memiliki batas, peristiwa di mana pun yang terjadi saat itu dapat segera diketahui secara cepat. Di mana pun kita berada, semua tidak lepas dari yang namanya informasi. Informasi sekarang ini harus cepat diterima dan setiap orang yang membutuhkan informasi tidak perlu lagi berpanjang-panjang untuk baca koran, mendengarkan radio dan menonton televisi.

Hampir setiap hari orang mengkonsumsi koran sehingga bisa mendapatkan pengetahuan yang dibutuhkannya selengkap mungkin. Keberadaan teknologi itu sendiri sudah sangat membantu dalam menyebarluaskan informasi ke masyarakat dengan sangat cepat, sehingga media perlu melakukan penyesuaian kedepan.  Sebagai contoh di Indonesia adalah Metro TV yang didirikan pada tahun 2000, saat itu  banyak orang menerertawakan dan pesimis dengan kehadirannya, apakah bisa membangun stasiun televisi berita. Padahal disatu sisi konsumsi masyarakat terhadap media televisi pada waktu itu lebih dominan ke arah hiburan.  Demikian halnya dengan yang dialami oleh CNN di awal pendiriannya tahun 1980, banyak yang menyangsikan bahwa dengan kehadirannya, apakah CNN mampu berkembang seperti sekarang ini. Namun setelah CNN melakukan peliputan pada Perang Teluk tahun 1990 barulah kemudian banyak orang menyadari bahwa informasi merupakan sesuatu yang sangat berharga. Demikian juga yang terjadi pada tahun 2008 ketika Group Bakrie membeli Lativi dan menjadikannya stasiun televisi berita dengan label TVOne.

Dengan semakin berkembangnya media informasi elektronika, telah terjadi pergeseran konsumsi pada manusia Indonesia dimana sekarang ini hampir 55% memilih media elektronik yang menampilkan informasi. Untuk media cetak pun setali tiga uang, dalam perkembangannya tidaklah mudah, mengingat dalam membangun media cetak memerlukan waktu yang cukup lama untuk menjadi media cetak dapat dikenal luas di masyarakat dan berkembang. Media cetak yang baru dibangun akan sangat sulit untuk mendapatkan profit, karena selain faktor biaya yang sangat besar, hampir 80% biaya operasionalnya adalah untuk biaya cetak dan kertas.

Bisnis media itu sebetulnya adalah bisnis dalam membangun komunikasi dan dalam membangun komunikasi itu sendiri membutuhkan waktu, interaksi dan kepercayaan. Dalam media cetak orang harus belajar terus menerus dan perlu waktu tujuh tahun untuk berkembang dan menjadi perusahaan media yang sehat . Jika melewati tujuh tahun namun belum berkembang, maka media cetak tersebut dikatakan gagal. Persaingan media cetak dan elektronik sekarang ini sangat luar biasa. Untuk menjadikan media cetak itu tumbuh dan berkembang dibutuhkan waktu satu tahun untuk melakukan training dan segala bentuk pelatihan jurnalistik kepada sumber daya manusia media itu sendiri, yang tujuannya adalah untuk membangun profesionalisme media. Perkembangan media itu sendiri dapat dilihat dari kemampuan meningkatkan kesejahteraan karyawan dan yang paling utama adalah profesionalisme dan integritas para pelaku media, sehingga kelak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.

Untuk membangun sikap profesionalisme tersebut, media harian Kompas melarang semua wartawannya menerima pemberian dari orang lain dan apabila diketahui maka sangsinya berat yakni pemecatan. Kemudian disinilah dapat terlihat bahwa integritas dan kredibilitas suatu media merupakan hal yang sangat penting. Dari sisi ketika menampilkan berita, informasi yang akan diterbitkan harus diseleksi secara ketat dan informasi yang disajikan harus mempunyai kepantasan dan dapat dibuktikan serta dipertanggungjawabkan. Jika kredibilitasnya hancur, maka kerja keras dalam membangun media akan menjadi sia-sia dan mengakibatkan hilangnya kepercayaan dari masyarakat.

Bagi Metro TV, dengan kehadiran TVOne pada tahun 2008 adalah merupakan tantangan tersendiri dalam menghadapi perkembangan dan persaingan media dewasa ini, dibutuhkan kerja terus menerus dalam memperbaiki kualitas sumber daya manusia yang tersedia. Dalam membangun dan menghadapi persaingan media, maka faktor utama yang perlu menjadi perhatian bahwa dalam bisnis media sikap profesionalisme dan kredibilitas menjadi keharusan. Setiap sumber daya manusia media harus menguasai teknik jurnalistik secara profesional dan dapat bekerja maksimal dalam memberikan pelayanan dan mentransfer pengetahuan kepada masyarakat. Jika berhasil membangun profesionalisme maka kepercayaan masyarakat terhadap media akan semakin tinggi.

Information

This entry was posted on 2 November 2010 by in Management.
%d bloggers like this: